Hubungi Kami | Tentang Kami | Disclaimer

Rabu, 22 Mei 2013

Berita Terbaru ISG, Perpeluang Digelar di Riau dan Jakarta

CEKAU.COM-Pemindahan tuan rumah kompetisi olahraga multicabang negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ini diputuskan dalam rapat yang dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, di Ruang Rapat Kemenpora, di Jakarta, Senin (22/4). Berpeluang pula kedua provinsi adakan penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) III ini.

Roy mengatakan, ada banyak pertimbangan yang menyebabkan perpindahan tuan rumah ISG. Di antaranya adalah persoalan anggaran, kesiapan Riau, hingga suhu politik di Riau jelang dan sampai Pemilihan Umum Kepala Daerah Riau pada September mendatang. "Dengan berbagai pertimbangan itu, penyelnggaraan ISG di Riau hampir bisa dipastikan sulit dilakukan," katanya.

Roy menjelaskan, hasil keputusan rapat ini selanjutnya akan disampaikan dalam rapat tingkat menteri dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat berikut justifikasi perpindahan tuan rumah tersebut. Dalam rapat di tingkat kementerian itu diharapkan menghadirkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan perubahan ini akan segera dikoordinasikan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. "Kita harus bikin justifikasi kepada Pemerintah Provinsi Riau meskipun keputusan tetap dari rapat pada level kementerian," katanya.

Roy menambahkan, pertimbangan memilih Jakarta, karena ibukota negara itu dinilai cukup siap untuk melaksanakan ISG. Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemprov DKI karena sudah ada anggaran Rp200 miliar yang memang disiapkan untuk ISG. "Tidak ada anggaran yang perlu dikeluarkan Pemda DKI. Kita juga tidak perlu adanya anggaran tambahan. Tetapi kalau renovasi kecil-kecilan itu menjadi tanggung jawab Pemda DKI. Seperti misalnya ketika Kongres PSSI lalu," kata mantan anggota Komisi I DPR RI itu.

Rapat pemindahan tuan rumah ISG ini dihadiri Ketua KOI Rita Subowo dan jajaran panitia ISG, pengamat akademisi Rektor Universitas Islam Riau Detri Karya dan Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, Andi Yusran. Rapat ini juga dihadiri Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik Irianto, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Lalu Wildan, Staf Khusus Menpora Faisal Abdullah, Deputi V Menkokesra Haswan Yunaz, pengurus KOI Anthony Sunaryo, Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) Arie Ariotedjo dan Satlak PRIMA Suryadharma.

Sekretaris Kemenpora, Yuli Mumpuni Widarso mengatakan, Kemenpora akan segera mengkoordinasikan jadwal rapat tingkat menteri. "Kami juga menyampaikan apresiasi kepada dua akademisi dari Riau yang telah memberikan penjelasan dan laporan komprehensif tentang situasi di Riau baik ditinjau dari keuntungan secara mikro dan makro serta impact yang lain," ujar Yuli.

Selain keputusan perpindahan tuan rumah, rapat juga membahas jadwal yang memungkinkan bagi negara-negara OKI, agar tetap berpartisipasi meski yang seharusnya digelar bulan Juni terpaksa ditunda. Rapat menyepakati iven ISG ini akan digelar sekitar 22 September hingga 1 Oktober, dengan asumsi penyelenggaraan digelar selama sembilan hari dengan 17 cabang olahraga.
Menpora Ingin di Jakarta

Keputusan pemindahan tuan rumah ISG mendapat respon negatif dari panitia di Riau, salah satunya Ketua Divisi Penguatan dan Supervisi Panitia Daerah ISG III, Ahmadsyah Harroffie. "Saya kaget mendengar keputusan pemindahan tuan rumah ISG ini," katanya.

Menurut Ahmad, opsi pemindahan tidak pernah muncul dalam beberapa kali rapat yang digelar baik panitia daerah dan pusat. Bahkan, katanya, Menpora beberapa kali menegaskan opsi tetap dilaksanakan di Riau, namun waktu pelaksanaan diundur pada 11 September.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Riau ini pun menyayangkan sikap panitia pusat yang tidak melibatkan panitia daerah dalam rapat yang memutuskan ISG batal digelar di Riau ini. "Secara formal belum ada pemberitahuan kepada kita. Saya justru tahu dari beberapa media dan kawan dari Jakarta," ujarnya.

Dipaparkannya, penunjukkan Riau selaku tuan rumah ISG dilegalkan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres). Menurutnya, Riau ditunjuk menjadi tuan rumah tunggal ISG. "Idealnya kalau dibatalkan harus ada payung hukum yang bisa dijadikan acuan. Kecuali Kepresnya belum keluar. Kita juga tidak tahu pembatalan ini berdasarkan pertimbangan apa," cetusnya.

Karena itu, Ahmad heran dengan keputusan pemindahan ISG ke Jakarta, mengingat Menpora saat berkunjung ke Riau mengaku Bumi Lancang Kuning ini cukup siap menjadi tuan rumah ISG. "Kita selaku tuan rumah dan panitia daerah mempertanyakan konsistensi dari seorang menteri, dimana ketika itu ia mengatakan persoalan tempat tidak ada masalah, hanya saja waktu pelaksanaan yang akan diundur dengan berbagai pertimbangan, inilah yang kita pegang," ungkapnya.

Apalagi, lanjut Ahmad, Menpora selaku pengambil kebijakan juga hanya memutuskan secara sepihak, karena dalam rapat tersebut tidak melibatkan panitia daerah. "Sebagaimana kita tahu, dalam rapat itu tidak ada melibatkan panitia daerah. Pak Syamsurizal (Wakil Ketua Panitia Daerah) dan Pak Emrizal Pakis (Wakil Ketua II) ada di Pekanbaru. Tidak ada satu pun panitia daerah yang hadir saat itu, inilah yang kita sayangkan," tandasnya.

Ahmad mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan formal dari pemerintah dan panitia pusat. "Kita masih menunggu surat resmi hasil keputusan rapat, karena informasi ini baru kita peroleh dari beberapa media saja," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Sekretaris Panitia Daerah, Denni Ermanto. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi pemindahan lokasi ISG. Sebelum ada keputusan resmi melalui surat, katanya, panitia daerah akan tetap terus mempersiapkan diri menyambut ISG. "Sebelum ada keputusan resmi, kita akan terus berjalan," ujarnya.

Disinggung soal persiapan yang sudah dilakukan, mulai dari rencana lelang renovasi venue, persiapan panitia hingga perekrutan liasion officer (LO), Denni menyebut hal itu belum ada pembicaraan lebih lanjut. "Kita akan tetap terus berjalan, sambil menunggu keputusan resmi. Kita tidak mau saat ini berandai-andai, kalau memang sudah ada keputusan resmi, barulah kita bisa bertindak," katanya.

Belum Final

Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo memindahkan tuan rumah pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III dari Riau ke Jakarta, menurut Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal, belum final. Pasalnya, Menpora kembali mengaggendakan pertemuan dengan Panitia Daerah dan Pemerintah Provinsi Riau.

Pernyataan itu disampaikan Gubri usai menerima telepon dari Menpora, Jumat (26/4). Menurut Gubri, Menpora menelepon dirinya untuk melakukan pertemuan lanjutan. Pertemuan itu, diyakininya sebagai bentuk konsolidasi dan klarifikasi soal tuan rumah ISG, yang sebelumnya diumumkan pindah ke Jakarta.

"Saya baru terima telepon (dari Menpora). Kita akan terus siapkan program dan segera melakukan pertemuan. Jadi sampai saat ini Riau masih tuan rumah ISG, karena Kepres (Keputusan Presiden) penunjukan Riau sebagai tuan rumah belum ada perubahan," ujarnya, usai memimpin rapat di Sekretariat Panitia Daerah ISG, Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru.

Karena itu, lanjut Gubri, meski beberapa waktu lalu Menpora mengumumkan tuan rumah ISG dipindah ke Jakarta, tidak membuat pihaknya bergeming. "Ini belum final, karena itu kita masih mempersiapkan semuanya," tukas Gubri.

Saat ditanya kapan pertemuan dengan Menpora dilakukan, Gubri mengaku belum tahu pasti. "Saya baru menerima telepon, makanya sebelum pertemuan kita siapkan susunan program yang sudah berjalan," ujarnya.

Ternyata kedua belah pihak bersikeras agar berlangsung di Riau maupun di Jakarta. Sementara melihat mepetnya waktu, berpeluang kedua provinsi ini bakal diselenggarakan ISG tersebut.*


0 komentar:

Poskan Komentar

Prev Post Next Post Home