Hubungi Kami | Tentang Kami | Disclaimer

Minggu, 04 November 2012

Nama Bandara di Provinsi Riau dan Lokasinya

Nama Bandara di Riau
CEKAU.COM-Nama-nama bandar udara (Bandara) atau pelabuhan udara atau terminalnya pesawat terbang di Provinsi Riau tersebar di sejumlah Kabupaten di Riau. Nama-nama tersebut dipakai ada yang sesuai dengan daerah bersangkutan atau malah ada juga tidak hubungan nya dengan daerah bersangkutan. Tetapi nama-nama bandara di Riau ini, memiliki ukuran dan luas yang berbeda-beda pula.

Selama perkembangan wilayah, ternyata Riau memiliki perkembangan yang cukup pesat. Apalagi ketika Riau memiliki pesawat sendiri bernama Riau Air. Meski sekarang pesawat tersebut tidak tahu kabar dan keberadaannya, namun ada pula daerah yang mencoba mencari investor untuk memiliki pesawat sendiri di daerahnya tersebut.

Nama-nama Bandara di Provinsi Riau dan Lokasinya

1. Bandara Pinang Kampai di Kota Dumai

Bandar udara (Bandara) ini terletak di selatan Kota Dumai, dekat dengan kompleks perumahan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 1.800 meter x 45 meter dengan tipe aspal (ASP). Bandara ini terutama sekali digunakan untuk kepentingan perusahaan minyak yang beroperasi di Kota Dumai seperti PT (Persero) Pertamina dan PT CPI.

Bandara ini dilengkapi dengan sarana dan fasilitas sebagai berikut, Navigasi non-Directional Beacon (NDB), runway light, taxiway light, apron light, hangar helikopter dan helipad. Tersedia juga depo pengisian pesawat udara berserta tankernya dan sarana pemadam kebakaran.

Bandara Pinang Kampai Dumai
Maskapai Penerbangan, Pelita Air Service disewa oleh PT CPI (penerbangan reguler DUM-PKU-HLP), Pelita Air Service digunakan oleh PT Pertamina (Persero) penerbangan reguler DUM-HLP dan Merpati Nusantara Airlines.

2. Bandara Japura di Kabupaten Indragiri Hulu

Japura adalah nama bandara domestik di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ini. Japura pada dasarnya melayani perhubungan udara dari dan ke Kota Rengat, ibu kota Kabupaten Indragiri Hulu. Japura memiliki letak yang strategis karena dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Timur Sumatera. 

Bandara Japura Inhu
Maskapai penerbangan di bandara ini antara lain, Sky Aviation rute Pekanbaru-Dumai-Batam. Jenis bandara sipil. Ketinggian 19 m (62 f). Permukaan aspal. Landasan pacu 1.300 meter. Klasifikasi Operating Category 4. Kemampuan Operating F-27 dan sejenisnya. Luas areal bandara 1.647.100 M2.

3. Bandara Tuanku Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu

Bandara Tuanku Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ini adalah bandara yang terletak di Desa Danausati, Kecamatan Rambah Samo. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.300 x 23 m. Tuangku Tambusai adalah salah seorang tokoh pejuang dari Rokan Hulu dalam Perang Paderi di awal abad ke XIX. Pada masa itu daerah Rokan Hulu masih bagian integral dari wilayah Minangkabau di bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung.

Setelah jatuhnya Benteng Bonjol dan penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka perjuangan kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Tuanku Tambusai sebagai panglima terakhir yang masih tersisa bersama sisa laskar Paderi bertahan di benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-dalu Rokan Hulu. Benteng ini pun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir 1 tahun. Dengan jatuhnya benteng tersebut, berakhirlah era Perang Paderi di seluruh wilayah adat Minangkabau.

4. Bandara Tempuling di Kabupaten Indragiri Hilir

Menyikapi konsekuensi arus globalisasi dan persaingan antar daerah, maka sarana transportasi udara yang representatif dan signifikan sifatnya sudah dirasa urgent demi membawa pengaruh terhadap moda perekonomian daerah. Karena itulah Bandara Tempuling dibangun sebagai upaya Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) yang telah membuka isolasi daerahnya.

Bandara ini diharapkan memperlancar arus sirkulasi barang dan manusia dari dan ke Indragiri Hilir sehingga dapat meningkatkan aktifitas perekonomian serta bisa meningkatkan aktifitas perekonomian (bisnis) termasuk sektor pariwisata dan pemerintahan.

Bandara Tempuling Inhil
Mengangkat citra daerah yakni dengan posisi dan kapasitas bandara sebagai landmark. Kekuatan karakter bangunan dalam komposisi fungsi dan estetika menjadi landasan bagi eksistensi bandara. Paduan bentuk-bentuk berkonteks nilai-nilai Melayu, Islam dan modern menjadi kunci filosofi makna yang abadi. Maskapai penerbangan Aviastar.

5. Bandara Sultan Syarief Haroen II di Kabupaten Pelalawan

Bandara Sultan Syarief Haroen II terletak di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, tepatnya di komplek PT Riau Andalan Pulp and Papper (RAPP), Pangkalan Kerinci. Pesawat yang mendarat adalah sejenis Beechcraft B1900D.

6. Bandara Sei Selari di Kabupaten Bengkalis

Bandara Sei Selari dikenal juga dengan nama Bandara Sungai Pakning adalah bandara yang terletak di Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Bandara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.900 m x 30 m. Bandara ini milik PT Pertamina.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 34 tahun 2003, penetapan sementara Bandara Sei Selari, Sei Pakning milik PT Pertamina UP II Dumai di Sei Pakning sebagai bandara khusus yang dapat melayani penerbangan kepentingan umum. Kini, Bandara Sei Salari merupakan anak usaha dari BUMD Pemkab Bengkalis, PT Bumi Laksmana Jaya. Jenis bandara khusus dan umum.

7. Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru

Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (IATA: PKU, ICAO: WIBB) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Pekanbaru dan sebelumnya bernama Bandara Simpang Tiga. Bandara ini memiliki luas 321,21 ha. Dalam rangka menyambut PON XVII pada tahun 2012 mendatang, bandara ini diperluas sehingga nantinya dapat menampung pesawat yang lebih besar. Bandara ini juga menjadi home-base bagi Skuadron Udara 12 TNI AU.

Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
Pada 2009 lalu, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II telah dimulai peluasan Bandara Sultan Syarif Kasim II oleh pihak Angkasa Pura II yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi Riau. Peluasan ini direncanakan akan diselesaikan pada akhir 2011 dan dibangun sebagai persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang akan digelar pada 2012. Peluasan ini dilakukan karena dinilai tidak lagi dapat menampung jumlah penumpang melalui menggunakan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II yang setiap tahunnya semakin meningkat.

Kini bandar udara Riau sudah menjadi bandar udara internasional.*


0 komentar:

Poskan Komentar

Prev Post Next Post Home