Hubungi Kami | Tentang Kami | Disclaimer

Kamis, 24 Mei 2012

Sungai Siak, Pencemaran dan Polusi

CEKAU.COM-Akibat buangan limbah industri yang mencemari sungai Siak, tercatat 103 jenis ikan terancam kelestariannya karena spesies- spesies ikan tersebut sangat sensitif terhadap pencemaran limbah, terutama limbah kimia. Begitu pula dengan limbah rumah tangga di sepanjang pesisir sungai.

Pencemaran logam berat berupa timbal menjadi beban bagi 1,078 juta warga yang tinggal di sepanjang sungai Siak. Dampaknya tentu berpotensi keracunan timbal tersebut. Meski kondisi kualitas air sungai Siak tak laik, namun hingga kini, perusahaan daerah air minum Tirta Siak Pekanbaru, tetap menjadi pilihan sebagai sumber air.

Dr Mubarak, praktisi lingkungan ini saat ditemui di Kampus UR Gobah, Jalan Pattimura di Pekanbaru, mengakui adanya timbal berbahaya itu. Bahkan, sudah banyak penelitian yang dilakukan Universitas Riau (UR) sejak 1993 silam, menunjukkan adanya kandungan timbal yang mengalami peningkatan secara drastis.

“Kualitas air sungai Siak memang mengalami penurunan, apalagi sebagian besar logam berat banyak ditemukan di beberapa kawasan di sekitar hulu bahkan hilir,” terang praktisi lingkungan UR ini.

Kandungan timbal banyak dijumpai di dermaga yang disebabkan oleh gas bahan bakar minyak kapal dan perahu motor. Yang ditakutkan, kata Mubarak, keracunan ini akan berdampak pada masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sungai Siak.

Tingginya timbal yang terkandung di sungai Siak ini mengakibatkan matinya 1,5 ton ikan dan udang pada Juni 2004 lalu. Kasus ini terjadi pada anak sungai Bangso di Kecamatan Tapung, Kampar sampai ke Jembatan Sungai Siak II, Pekanbaru. Ikan-ikan tersebut mati akibat kekurangan oksigen terlarut (DO).

Belum lagi, proses abrasi yang menimbulkan endapan pasir (sedimentasi) akibat adanya alih fungsi lahan di tepian sungai. Pendangkalan sungai Siak ini terjadi akibat pengalihan hutan alami menjadi perkebunan kelapa sawit.

Ini diakui praktisi pengelolaan wilayah pesisir, Pareng Rengi MSi. Tingginya sedimentasi yang terjadi terutama adanya alih fungsi lahan dari hutan karet dan hutan alam disulap menjadi perkebunan sawit. Akibatnya, sungai Siak mempengaruhi kehidupan masyarakat dan makhluk hidup di sepanjang wilayah pesisir.

“Sedimentasi yang menimbulkan pendangkalan sungai Siak terjadi akibat alih fungsi lahan, dari hutan alam dan karet berubah menjadi kebun sawit. Ini harus ditinjau ulang fungsi dan peruntukkan lahannya,” ingatnya.*


0 komentar:

Poskan Komentar

Prev Post Next Post Home