Hubungi Kami | Tentang Kami | Disclaimer

Minggu, 11 Desember 2011

Wah, Bangun Turap Sungai Siak 3 Km Senilai Rp150 Miliar

Jembatan Siak I dan III Pekanbaru
CEKAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau akan membangun turap sepanjang Sungai Siak. Nilainya tak tanggung-tanggung, tahap awal dibangun 3 Kilometer mencapai Rp150 miliar, membentang dari Jembatan Siak I dan Jembatan Siak III, pada 2012 mendatang. Wah?



Target agar Pekanbaru dijadikan kawasan Waterfront City ini diakui pengalokasian dananya  oleh Anggota Komisi C DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, kepada wartawan, akhir pekan lalu. "Memang, dianggarkan Rp150 miliar untuk membangun turap di sepanjang 3 Kilometer pada 2012 mendatang," akunya.

Dijelaskannya, pembangunan turap ini melanjutkan pembangunan yang sudah ada. Sehingga nantinya antara antara turap dan jembatan, baik jembatan Siak I dan III menjadi satu kesatuan.

"Masukannya anggaran pembangunan ini adalah menjadi tanggung jawab provinsi, meski pembangunan turap itu berada di Pekanbaru," sebutnya.

Selain pembangunan turap, juga dianggarkan untuk pemeliharaan seluruh jembatan di Riau sebesar Rp3,3 miliar. Namun khusus untuk jembatan Siak I, ada penambahan anggaran DED penguatan jembatan sebesar Rp1 miliar.

Beberapa usulan anggaran lainnya juga akan dialokasikan, untuk pembangunan trotoar Rp3 miliar. Sedangkan untuk tanggap darurat dialokasikan Rp1,5 miliar.

Kawasan 'Waterfront City'

Pekanbaru akan dijadikan kota 'Waterfront City'. Inilah konsep pengembangan kota ini Pekanbaru disulap dengan mengemas pemanfaatan dan pengembangan lahan dengan mengkombinasikan kebutuhan berbagai sektor, baik swasta dan aktivitas warga serta tetap menjaga lingkungan sekitarnya.

Direncanakan area ini sejauh 500 meter dari sisi Utara Sungai Siak sepanjang 8 Kilometer. Skenario dari pembangunan area ini berkompromi dengan konservasi, revitalisasi, perpindahan tempat, pembaharuan dan menjadikan lebih baik.

"Namun, ini membutuhkan waktu panjang. Bila PON harus berlangsung pada 2012 mendatang, ini agak sulit," aku Pareng Rengi, praktisi lingkungan wilayah pesisir, kepada Metro Riau.

Akademisi Universitas Riau ini juga mengatakan, bila konsep pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap, bisa saja dilakukan. Namun yang terpenting adalah mengkombinasikan kebutuhan berbagai sektor, baik swasta, aktivitas warga serta tetap menjaga lingkungan sekitarnya.*


0 komentar:

Poskan Komentar

Prev Post Next Post Home