Hubungi Kami | Tentang Kami | Disclaimer

Sabtu, 25 Mei 2013

Pilkada Riau, JE Belum Tentukan Pendamping

CEKAU.COM-Salah seorang bakal calon Gubernur Riau Jon Erizal (JE) ternyata mengakui belum memiliki pemdamping yang pas dan cocok. Mesti maju menggunakan perahu PAN Riau, pihaknya terus melakukan komunikasi politik ke semua pihak. Sementara untuk memakai perahu partai demokrat, JE gagal.

"Sampai saat ini PAN memang belum memutuskan calon mendamping untuk maju sebagai calon Gubernur Riau. Namun akan terus melakukan komunikasi dengan partai politik (Parpol) lainnya. Bagaimanapun sebelum mendaftaran dibuka, PAN sudah mendapatkan calon pendamping," ujarnya, belum lama ini kepada wartawan di Gedung KPU Pekanbaru.

JE menilai, semua Parpol memang belum memutuskan calon, baik calon gubernur maupun calon pendamping. "Semua Parpol lagi melakukan komunikasi untuk merucutkan calon yang kan i usung. begitu juga PAN yang saat ini terus mejalin komunikasi baik sesama Parpol, tokoh masyarakat Riau dan dari biroraksi," katanya.

Namun, DPP PAN akan menargetkan seminggu atau tiga hari menjelang pendaftaran ke KPU. Namun jika komunikasi terus dilakukan pada akhirnya akan mengerucut bersama partai koalisi," ucapnya.

Sementara informasi terakhir, JE gagal memakai perahu Partai demokrat, lantaran tidak hadir untuk memulangkan formulir pencalonan gubernur Riau, sampai batas waktu dari panitia di Sekretariat Demokrat Riau di Pekanbaru.*


Pilkada Riau, Achmad Ngotot Pakai Perahu Demokrat

CEKAU.COM-Jelang Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) September mendatang, Ketua DPC Partai Demkorat Rokan Hulu (Rohul), Achmad terus menegaskan akan terus melaju menjadi orang nomor satu dengan perahu Partai Demokrat.

Hal ini ditegaskan Achmad, usai perayaan HUT Satpol PP ke-63 se-Indonesia dilaksanakan di Jalan Gajah Mada. Ia juga menegaskan tidak ada dalam sebuah pekerjaan menjadi orang nomor dua.

"Kita ketahui berdasarkan hasil survei kategori yang diketahui luas oleh masyarakat dalam memiliki popularitas yang tinggi. Kemudian ektabilitas yang tinggi," sebutnya kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.

Achmad juga menyakini bahwa dirinya siap melaju menjadi orang nomor satu. Malah, Partai Demokrat juga akan melakukan deklarasi pada akhir April ini. Selain itu DPP Partai Demokrat sudah memiliki prosedur dan mekanisme untuk mengeluarkan rekomendasi terhadap kader terbaik.

"Pendaftaran kader terbaik itu dari 23 hingga 29 Mei 2013. Sedangkan saat ini baru 19 Mei 2013. Pada hari ini ulang tahun kepemimpinan saya periode ke-2 ini," tandasnya.

Selain itu, Achmad juga melakukan upaya mensosialisasikan kepemimpinannya ke masyarakat. "Kita sangat optimis untuk maju pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur nanti. Pasalnya, kita sudah berupaya melakukan sosialisasi. Namun, semua itu perlu dukungan khalayak ramai," ungkapnya.

Informasi terakhir, Achmad akan berpasangan dengan wakil bupati Kepulauan Meranti Masrul Kasmi. Bila kedua calon Gubernur dan wakil Gubernur mampu bertahan hingga pencalonan mendatang, maka secara teoritis, kedua calon sudah mewakili daerah pesisir dan daratan di Provinsi Riau.*


Ricuh, Eksploitasi Pasir di Pulau Rupat Bengkalis

CEKAU.COM-Pemkab Bengkalis diminta jangan tutup mata terkait kasus penangkapan tiga warga Rupat yang mengambil pasir dari pulau tersebut. Seharsunya ketiga warga itu mendapat perlindungan atau bantuan hukum dari Pemkab, karena aktifitas menambang pasir di Rupat sudah berangsung puluhan tahun dan selama itu pula tidak ada persoalan.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Indra Gunawan kepada sejumlah wartawan, Jumat (19/4). Ketua DPD II Partai Golkar tersebut mengaku prihatin atas nasib yang dialami tiga warga Rupat yang kini ditahan di Mapolres Bengkalis.

“Mestinya ada bantuan hukum atau entah apa namanya dari Pemkab Bengkalis kepada tiga warga Rupat ini. Kalau kita mau jujur, siapa yang memiliki izin pertambangan pasir di Rupat, tidak ada satupun. Untuk itu kita berharap Pemkab Bengkalis tidak diam saja terhadap persoalan ini,” ujarnya.

Selain persoalan hukum terhadap tiga warga Rupat tersebut, pria yang akrab disapa Eet ini juga meminta Pemkab Bengkalis mengambil langkap cepat terkait perizinan pertambangan atau penggalian pasir di Sungai Injab pulau Rupat. Mengingat musim proyek tidak lama lagi.

“Kemarin kita dengar dan baca di media sejumlah pengusaha material sudah tidak memiliki stok pasir sudah hampir sebulan. Dampak paling berat itu bukan hanya pada pengusaha, tapi orang-orang (buruh,red) yang selama ini menggantungkan hidupnya dari pasir,” jelas Eet lagi.

Sebelumnya anggota DPRD asal Rupat, Misliadi juga berharap Pemkab Bengkalis segera menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Hal itu untuk melegalkan penggalian yang dilakukan masyarakat secara tradisional selama ini.

Seperti pernah diberitakan, tiga orang warga Rupat diamankan tim dari Mabes Polri karena mengambil pasir Rupat tanpa dokumen resmi. Ketiganya lantas dititipkan doi Mapolres Bengkalis untuk diperoses lebih lanjut.

Seperti dikatakan Kapolres Bengkalis melalui Kasat Pol Air, AKP Angga H SIK, berkas ketiga warga tersebut dalam waktu dekat akan dlimpahkan ke pengadilan setelah P21. Artinya, sejak penahanan ketiganya, kasus pengambilan pasir pulau Rupat tersebut tetap berlanjut.


Jumat, 24 Mei 2013

Bupati Desak PT RAPP Tambah Daya ke BUMD

CEKAU.COM-Banyaknya keluhan masyarakat terkait persoalan listrik dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata, membuat Bupati Pelalawan HM Harris mengumpulkan pegawai BUMD beserta Distamben. Ini dilakukannya guna mengetahui persoalan pasokan listrik yang masih bermasalah.

Rabu (17/4) malam, bupati bertemu dengan petinggi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Unigraha Hotel. Saat itu, bupati mendesak pihak PT RAPP melakukan penambahan daya listrik untuk BUMD.

Apa yang dilakukan oleh Bupati Pelalawan HM Harris, memang tak terlepas dari persoalan listrik dalam tubuh BUMD Pelalawan yang karut-marut dalam melayani listrik bagi masyarakat. Apalagi sejak beberapa hari terakhir, solusi cepat dari pihak BUMD sendiri guna menjawab persoalan listrik itu masih jauh dari harapan. Hal ini secara otomatis berimbas pada Bupati Pelalawan yang bertubi-tubi mendapat SMS hujatan ke telpon selulernya.

Kondisi ini mendorongnya melakukan kerja ekstra melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait guna menemukan solusi mengatasi listrik yang berasal dari BUMD. Dari hasil pertemuan dengan BUMD dan Distamben ditarik kesimpulan, pihak BUMD mengaku kekurangan daya.

"Intinya, pada pertemuan itu,  diusahakan penambahan daya menjelang PLTG Langgam beroperasi," terang Asisten 3 Tengku Muhklis pada sejumlah yang mengikuti pertemuan tersebut pada sejumlah media di Pangkalan Kerinci, Kamis (18/4).

Bahkan pada pertemuan itu, Bupati Pelalawan dengan nada tegas menanyakan apakah PT RAPP mau atau tidak membantu mengatasi persoalan listrik ini jelang PLTG Langgam beroperasi. "Tapi bisa atau tak bisa, PT RAPP harus membantu memenuhi kekurangan daya tersebut," tandas Tengku Mukhlis menirukan statemen Bupati.

Terpisah, Dirut BUMD Tuah Sekata, Plt Yumardi, saat dikonfirmasi terkait hal ini via selulernya tak merespon panggilan dari media ini. Begitu juga saat dihubungi via SMS untuk mempertanyakan lebih jauh petemuan semalam serta persoalan-persoalan lainnya yang terjadi di tubuh BUMD Tuah Sekata, sampai berita ini diturunkan belum mendapatkan jawaban.*


Kamis, 23 Mei 2013

BBM Naik, Pengusaha Siap-siap Naikkan Harga

CEKAU.COM-Kebijakan dua harga premium, yakni untuk mobil pribadi Rp6.500 dan sepeda motor serta angkutan umum Rp4.500 per liter tinggal menunggu waktu. Pengusaha pun bersiap-siap menaikkan harga produknya ke konsumen.

Salah satu pengusaha Indonesia, Erwin Aksa mengatakan, dampak terberat dari pemberlakuan kebijakan pemerintah itu akan dialami oleh pengusaha kecil atau biasa disebut UMKM. Sehingga akan ada kenaikan barang/jasa sebesar 25 persen. Apalagi pengusaha menggunakan angkutan berplat hitam yang terkena imbas kenaikan harga premium menjadi Rp6.500 per liter.

"Kalau harusnya, mereka menaikkan harga 25 persen. Mereka bisa menyesuaikan harga dengan kebijakan ini," ungkap Erwin, Kamis (18/4). Sebab menurutnya, kebijakan tersebut akan menaikkan ongkos produksi dan distribusi perusahaan.

Erwin menyatakan, lebih baik menaikkan harga barang dibandingkan menutup perusahaan. "Kalau tidak menaikkan bisa mati itu perusahaan," jelasnya. Erwin berharap, pemerintah juga dapat melakukan kajian ke arah sana. Misalnya dengan memberikan kompensasi seperti bantuan insentif fiskal. Pasalnya, jika ada kenaikan harga barang, maka daya beli masyarakat akan terganggu.

"Langkahnya paling penting, pengusaha kecil itu harus dikasih semacam insentif fiskal. Apakah terkena secara luar biasa atau tidak itu mesti dikaji," katanya seperti dilansir detikfinance.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Raja Sapta Oktohari meminta pemerintah tegas terhadap kebijakan BBM dan tidak hanya melemparkan gosip yang tidak ada realisasinya. "Kita minta ketegasan dari pemerintah, jangan hanya gosip saja, ini penting karena gosip-gosip yang cepat menyebar luas tentu akan menganggu kegiatan usaha," ujarnya.

Dikatakan Raja, gosip-gosip soal kebijakan harga BBM yang saat ini terjadi membuat spekulasi terjadi dengan kenaikan harga-harga. "Tentu ini mengganggu, tegas saja, kita pengusaha juga sudah toleran terhadap kenaikan harga BBM subsidi. Memang akan ada dampak terutama inflasi, namun jika fiskal dan ekonomi kita semakin baik dampaknya tidak akan lama," ungkapnya.

Sejumlah ekonom masih optimistis perekonomian domestik bisa tumbuh di atas pertumbuhan 2012, bahkan rebound ke 6,5 persen seperti 2011. Kecuali kebijakan pengurangan subsidi BBM jadi diterapkan.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destri Damayanti memprediksi pertumbuhan perekonomian bisa mencapai 6,3 persen tanpa kebijakan BBM. Namun, jika kebijakan itu diambil, ditambah kondisi di kuartal pertama di mana investasi tumbuh agak melambat, dan ekspor belum juga pulih, pertumbuhan perekonomian diprediksi berada di kisaran 6,1 persen-6,3 persen.

Destri menjelaskan, meski kebijakan BBM bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi tahun ini, kebijakan ini akan berdampak baik untuk jangka menengah dan panjang. "Bisa tumbuh di atas 6 persen itu sudah bagus," katanya.

Konsumsi domestik dan investasi diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan perekonomian di tahun ini. Destri memprediksi konsumsi domestik akan naik pada semester II 2012, didorong oleh belanja pemilu.

"Hitung-hitungan kami, bisa menaikkan 0,2 persen terhadap konsumsi masyarakat," katanya. Secara proporsi, ia yakin kontribusi konsumsi domestik terhadap pertumbuhan ekonomi masih di atas 50 persen. Sebagai informasi, tahun lalu konsumsi domestik berkontribusi sekitar 56 persen.

Ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandi, memperhitungkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 6,5 persen tahun ini tanpa kebijakan BBM dan mencapai 6,3 persen dengan kebijakan BBM. Perlambatan pertumbuhan diyakini berasal dari penurunan daya beli masyarakat, meski tak signifikan, dan kinerja ekspor yang belum membaik.

Adapun penurunan daya beli merupakan dampak dari inflasi yang berpotensi naik ke level 6 persen. "Inflasi didorong kenaikan harga bahan pangan, tarif dasar listrik dan kebijakan BBM," ujarnya seperti dilansir tempo.co.*


Pengumuman Kelulusan UN SMA, Siswa Takut Gagal

CEKAU.COM-Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Provinsi Riau telah selesai digelar, Kamis (18/4). Setelah 'dag dig dug' menghadapi naskah soal, kini sejumlah siswa diliputi rasa takut akan gagal atau tak lulus ujian.

"Saya takut dan cemas karena soal UN lumayan sulit. Apalagi saat ujian pengawasan sangat ketat sehingga saya merasa gagap untuk menjawab soal," ungkap NN, salah seorang siswa SMA swasta di Pekanbaru.

NN menambahkan, untuk UN hari terakhir kemarin, soal Kimia dan Biologi sangat sulit. Bahkan, menurutnya, ada beberapa soal yang tidak pernah dipelajari selama ia sekolah. NN pun hanya bisa pasrah dengan hasil kelulusan nanti.

"Saya berharap lulus. Saya pasrah dengan hasil yang saya kerjakan dari hari pertama hingga akhir. Pokoknya Ujian Nasional ini benar-benar hancur sekali," kata NN sambil menjerit.

Sementara itu, pengakuan mengejutkan meluncur dari siswa lainnya, VN. "Saya pernah mendapatkan soal UN yang rumit, lalu saya sengaja merusak lembar jawaban agar diganti. Dibandingkan soal yang saya dapat pertama, soal penggantinya lumayan bisa saya cerna," ungkapnya.

Psikolog dan dokter Sonia Wibisono menjelaskan, idealnya, sebelum mengikuti UN, orangtua harus menyiapkan mental anak, terutama jika ternyata belakangan tidak lulus ujian. Menurutnya, orangtua manapun tentu ingin anak mereka menuai sukses. Tetapi orangtua melupakan bahwa terkadang hidup ini ada naik dan turun, ada sukses dan ada juga kegagalan.

"Pola asuh anak seharusnya membuat anak terbiasa mempersiapkan dua sisi yaitu  sukses dan gagal," katanya. "Dengan pola asuh macam itu, anak terbiasa mempersiapkan dan mengolah pengalaman kehidupannya menjadi sesuatu," ujar Sonia seperti dilansir tempo.co.

Sonia memiliki sejumlah tips untuk orangtua yang anaknya menghadapi kegagalan UN. Pertama, tanamkan perasaan selalu bahagia dan tetap tersenyum menghadapi kegagalan. Kedua, ingat kegagalan bukan berati fatal tapi bermakna sukses yang tertunda.

Ketiga, berjiwa besar bahwa menikmati kegagalan ujian meski sudah belajar, mempersiapkan diri dan berjuang keras itu indah dan menjadi pendewasaan dan evaluasi diri. Keempat, selalu berpikir positif dengan menanamkan bahwa gagal ujian bukan karena malas belajar tetapi ada faktor lain.

Kelima, biasakan diri menerapkan sikap ketika menuai sukses bukan sesuatu yang istimewa dan gagalpun soal biasa. Keenam, lebih mempersiapkan diri untuk mengulang untuk menempuh ujian berikutnya. Ketujuh, tidak menyalahkan orangtua, keluarga, lingkungan, guru dan sekolah dan kedelapan, melakukan penghiburan diri bisa rekreasi, menonton ke bioskop, makan, main game yang pokoknya kegiatan yang membuat hati bahagia bukan perasaan terpuruk.

Sebelumnya, pada H-4, naskah UN jenjang SMP/MTs tiba di Riau. Namun kedatangan naskah yang dikirim melalui jalur udara via kargo tersebut masih belum lengkap atau baru sebagian.

Ketua UN Riau 2013, Sri Petri Haryanti mengatakan, naskah yang sudah tiba itu diperuntukkan bagi beberapara wilayah, khususnya kawasan yang berada di remote area atau daerah terpencil. Katanya, naskah soal ini akan didahulukan untuk Kabupaten Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Pelalawan.

Sebelum dididistribusikan, terang Kabid Pengembangan SMP Dinas Pendidikan Riau ini, terlebih dahulu naskah soal akan diperiksa kelengkapannya. "Jika sudah lengkap, panitia langsung mendistribusikannya ke daerah. Sebaliknya, naskah belum lengkap akan menunggu pengiriman berikutnya," lanjutnya.

Mengenai UN susulan SMA/MA/SMK, Petri belum bisa memastikan, apakah pendistribusian kali ini turut disertakan. "Kita mendata dulu jumlah siswa yang akan ikut UN susulan. Lalu data tersebut disampaikan ke panitia pusat, agar diketahui berapa naskah UN susulan yang dibutuhkan di Provinsi Riau," katanya.

Sedangkan hingga kini Disdik kabupaten/kota masih menunggu pengiriman naskah UN susulan SMA/MA/SMK, termasuk Kota Pekanbaru. Menurut Ketua Pelaksana UN Pekanbaru, Abdul Jamal, naskah soal ujian susulan belum dikirim.

"Untuk siswa yang ikut UN susulan, kita masih mendata jumlahnya. Sebab hingga berakhirnya ujian SMA sederajat, kita baru mendapatkan data hingga hari kedua, belum menerima laporan hari ketiga dan keempat.
Hingga hari kedua di Pekanbaru ada sekitar 13 siswa yang dipastikan ikut UN susulan," ucapnya.

Jamal mengaku, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs yang digelar mulai 22 hingga 25 April mendatang. Pihaknya telah mendapat informasi dari Disdik Riau bahwa naskah soal UN SMP/MTs Pekanbaru baru didistribusikan pada Sabtu besok.

Berdasarkan data Disdik, ada 12.153 peserta UN SMP 2013 di Pekanbaru. Sementara MTs ada 1.921 orang, ditambah SMPLB 10 orang. Lalu, ada 753 ruang ujian dipakai dengan 1.506 pengawas. Sementara itu, untuk UN Pendidikan Kesetaraan Paket B diikuti 364 peserta. Ujian akan dipusatkan di SMAN 9 Pekanbaru dengan menggunakan 19 ruangan dan 38 pengawas.

Khusus UN SMP/MTs ini, Disdik telah mempersiapkan tiga sub rayon. Untuk SMP negeri, sub rayonnya dipusatkan di SMPN 4 Pekanbaru. Sub rayon SMP swasta di SMP Al Azhar Syifa Budi dan sub rayon MTs negeri/swasta dipusatkan di MTS Negeri 1 Pekanbaru.

Terlalu Tipis

Ketua Sub Rayon I SMA negeri, Azmi Has mengatakan, masalah lain yang dijumpai saat pelaksanaan UN SMA sederajat ini adalah lembaran jawaban yang terlalu tipis. Sehingga gampang sobek jika siswa terlalu menekan pensil atau penghapusnya.

"Agar tidak banyak LJUN sobek, maka kita imbau kepada panitia agar memberitahukan kepada siswa agar lebih berhati-hati saat menekan pensil atau pengharus LJUN tersebut," ujarnya.

Menurutnya, dengan kondisi tipisnya lembar LJUN itu, sehingga banyak peserta UN harus terpaksa mengganti LJUN mereka karena sobek. Alasan itulah, ia bersama panitia lain, terpaksa membuat pengumuman khusus, guna mengingatkan siswa agar hati-hati ketika menjawab atau menghapus.

"Jika terjadi sobekan itu, maka kita harus mengganti secara utuh baik naskah soal dan LJUN-nya sekaligus dikarenakan keduanya menyatu. Selainnya, ini kita buatkan berita acara kejadian dan dilaporkan ke pihak perguruan tinggi, Universitas Riau (UR)," pungkasnya.*


Next Post Home